Jun 7, 2011
Jan 19, 2011
Kelas Tari Anak-anak SMESTA
Menari tidak selalu diterapkan untuk remaja dan dewasa, namun kami mencoba untuk mengajarkan ritme dan mengasah kemampuan motorik anak-anak. Berpijak dari situasi dan kondisi kami yang telah memiliki anak, maka kami memberanikan diri untuk membuka kelas tari Smesta. Kelas Smesta diperuntukkan untuk anak-anak mulai usia 6 tahun, pada awal pembukaan. Seiring dengan amanah yang, Alhamdulillah, kami terima dari para orang tua siswa, maka kami dengan tangan terbuka menerima anak-anak berumur 3 th keatas untuk belajar menari bersama kami.
Foto diatas saat anak-anak Smesta ikut pentas dalam Metamorfosa Legong di Bumi Sangkuriang Bandung.
Nov 11, 2010
Legong Lasem
Legong ini yang paling populer dan kerap ditampilkan dalam pertunjukan wisata. Tari ini dikembangkan di Peliatan. Tarian yang baku ditarikan oleh dua orang legong dan seorang condong. Condong tampil pertama kali, lalu menyusul dua legong yang menarikan legong lasem. Repertoar dengan tiga penari dikenal sebagai Legong Kraton. Tari ini mengambil dasar dari cabang cerita Panji (abad ke-12 dan ke-13), menceritakan tentang keinginan raja (adipati) Lasem (sekarang masuk Kabupaten Rembang) untuk meminang Rangkesari, putri Kerajaan Daha (Kadiri), namun ia berbuat tidak terpuji dengan menculiknya. Sang putri menolak pinangan sang adipati karena ia telah terikat oleh Raden Panji dari Kahuripan. Mengetahui adiknya diculik, raja Kadiri, yang merupakan abang dari sang putri Rangkesari, menyatakan perang dan berangkat ke Lasem. Sebelum berperang, adipati Lasem harus menghadapi serangan burung garuda pembawa maut. Ia berhasil melarikan diri tetapi kemudian tewas dalam pertempuran melawan raja Daha.
Tarian ini dibawakan oleh Keni Kurniasari sebagai Condong & Garuda, Puteri Miranti Ningrum sebagai Raja Lasem, dan Manik Permatasari sebagai Rangkesari.
Subscribe to:
Posts (Atom)