Oct 21, 2011

Legong Mintaraga




Indonesia's Cultural Dining Series di Lara Djonggrang Restaurant pada tanggal 12 November 2011 akan menampilkan Legong Mintaraga yang menceritakan tentang Arjuna Wiwaha karangan Empu Kanwa, seorang pujangga pada abad ke-13.

Dalam pewayangan, Arjuna disebut sebagai Begawan Ciptaning atau Begawan Mintaraga ketika bertapa. Kegundahan dan kegigihan Sang Arjuna sebelum memasuki pertapaan diiringi dengan gamelan yang mencoba mengadaptasi cuplikan "Nocturne" dalam "Tabuh-tabuhan" komposisi Colin Mc Phee. Arjuna teguh menghadapi cobaan rayuan para bidadari yang turun dari kahyangan dipimpin Dewi Supraba. Ia baru terbangun dari tapanya oleh serangan Celeng raksasa dan bertanding dengan Satria misterius cobaan para Dewa. Atas keteguhannya Arjuna mendapat senjata Pasopati yang akan melindungi Arjuna dan saudaranya (Pandawa) di kemudian hari. Karya ini menyajikan perlunya keteguhan hati mengalahkan hawa nafsu duniawi agar menjadi pemimpin yang baik.

Tarian ini dibuat untuk enam penari dengan gaya khas Peliatan. Sesuai dengan konsep Legong, setiap penari dapat berubah peran, tanpa berganti busana, dengan atau tanpa atribut. Walaupun terikat dengan aturan ketat tarian, setiap penari tetap dapat membawakan watak karakter dengan penjiwaan tari yang mendalam.

Penata tari: Ayu Bulantrisna Djelantik
Penata gending: Wayan Darya
Penari: Getha, Puteri, Nana, Nurlya, Mimi, Rienna

Jan 19, 2011

Kelas Tari Anak-anak SMESTA


Menari tidak selalu diterapkan untuk remaja dan dewasa, namun kami mencoba untuk mengajarkan ritme dan mengasah kemampuan motorik anak-anak. Berpijak dari situasi dan kondisi kami yang telah memiliki anak, maka kami memberanikan diri untuk membuka kelas tari Smesta. Kelas Smesta diperuntukkan untuk anak-anak mulai usia 6 tahun, pada awal pembukaan. Seiring dengan amanah yang, Alhamdulillah, kami terima dari para orang tua siswa, maka kami dengan tangan terbuka menerima anak-anak berumur 3 th keatas untuk belajar menari bersama kami.
Foto diatas saat anak-anak Smesta ikut pentas dalam Metamorfosa Legong di Bumi Sangkuriang Bandung.